TALKING SHOES

Talking Shoes, Sepatu Unik nan Canggih Era Global”

  1. Latar Belakang

Globalisasi merupakan suatu fenomena khusus dalam peradaban manusia yang bergerak terus dalam masyarakat global dan merupakan bagian dari proses manusia global itu. Kehadiran teknologi informasi dan teknologi komunikasi mempercepat akselerasi proses globalisasi ini. Globalisasi menciptakan berbagai tantangan dan permasalahan baru yang harus dijawab, dipecahkan dalam upaya memanfaatkan globalisasi untuk kepentingan kehidupan.

Pada era global ini, banyak berkembang dan ditemukan penemuan-penemuan terbaru mengenai kecanggihan teknologi sebagai alat untuk mempermudah pekerjaan manusia yang dapat memanjakan manusia sebagai pemuas kebutuhan mereka. Tak lain halnya kecanggihan teknologi di era global ini juga dapat membuat seorang individu tampil selangkah lebih maju dari individu lainnya dengan gaya atau model ketika mengikuti perkembangan trend terkini.

Sekarang banyak ditemukan alat-alat komunikasi yang sangat mempermudah manusia dalam berhubungan antar manusia satu dengan lainnya, serta mempermudah manusia dalam memperoleh informasi-informasi yang ada di seluruh belahan dunia. Misalnya saja telah diciptakannya internet, gadget-gadget, maupun smartphone yang menjadi jawara dalam perkembangan teknologi yang dapat memanjakan manusia. Begitu pula dengan sepatu yang saat ini telah banyak mengalami perkembangan modifikasi menjadi alat komunikasi yang disebut dengan Talking Shoes (Ponsel Sepatu), yang akan sedikit diulas dalam makalah ini.

  1. Rumusan Masalah
  2. Bagaimana asal mula Ponsel Sepatu (Talking Shoes)?
  3. Bagaimana cara kerja Talking Shoes?
  4. Berapa nilai jual untuk sepasang Talking Shoes?
  1. Tujuan
  2. Untuk mengetahui perkembangan teknologi informasi dan komunikasi di era global.
  3. Untuk menambah wawasan mengenai Talking Shoes.
  4. Untuk memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Kealaman Dasar.
  1. Manfaat

Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat membuat manusia menciptakan hal-hal baru yang menjadikan mereka mudah dalam melakukan pekerjaannya. Tidak hanya para ilmuan saja yang menciptakan penemuan-penemuan canggih yang dapat menjadikan pekerjaan-pekerjaan manusia menjadi instan, melainkan manusia-manusia yang memiliki ide-ide cemerlang juga mampu menuangkan ide-ide mereka menggunakan kreatifitas-kreatifitas mereka sehingga terciptalah suatu barang dari barang yang sudah tak terpakai menjadi barang yang memiliki nilai guna.

Untuk itu, banyak manfaat yang diperoleh dari penulisan serta isi dari makalah ini, yaitu antara lain pembaca dapat memperoleh pengetahuan mengenai Talking Shoes yang mulai mendunia, dapat menjadikan manusia lebih mudah dalam menjalankan aktifitas sehari-hari, mempermudah memperoleh informasi yang ada di sekitarnya maupun bahkan di seluruh dunia, mempermudah dalam menjalin komunikasi antara seorang induvidu dengan individu lainnya, serta menjadikan seorang individu menjadi selangkah lebih maju dari individu yang lainnya karena mengikuti perkembangan teknologi sesuai zamannya.

  1. Kajian Teori
  2. Asal Mula Ponsel Sepatu (Talking Shoes)

Sepatu dapat digunakan untuk menelpon sepertinya aneh dan dianggap sebagai gurauan saja. Namun, pada era global ini sudah ada sepatu yang benar-benar dapat digunakan untuk telepon. Era global saat ini adalah era perkembangan ponsel dengan fitur multifungsi. Hal itu membuat ponsel lama tak lagi digunakan oleh kebanyakan orang. Seorang desainer bernama Sean Miles membuat sebuah karya terbarunya berupa sepatu yang dapat digunakan sebagai telepon. Sepatu tersebut tidak hanya digunakan di kaki saja ketika diperlukan melainkan dapat pula digunakan untuk berkomunikasi, sehingga ponsel lama pun bisa terlihat seperti gadget canggih.

Dalam membuat sepatu unik dan canggih, Sean Miles memanfaatkan beberapa ponsel bekas yang sudah tidak digunakan. Sean Miles berpikir, jika ponsel lamanya dibuang akan sangat tidak bermanfaat. Kemudian ia mulai berkreasi dan berpikir untuk memanfaatkan ponsel bekasnya agar tetap dapat digunakan. Dua buah ponsel bekas milik Sean Miles menjadi awal ide pembuatan sepatu yang bisa digunakan untuk menelepon. Sean Miles memasukan dua perangkat ponsel miliknya ke dalam sol sepatu. Sean Miles menyelipkan dua buah ponsel lama di bagian bawah sepatu. Dari tangan kreatif Sean Miles, sepatu tersebut dapat digunakan untuk menelepon.

Selain Sean Miles, Govil dan timnya dari Google kembali bereksperimen menciptakan perangkat seluler baru yang terhubung dengan peralatan keseharian. Kali ini, proyek baru Google melibatkan sepatu yang disebut talking shoes, yang mampu melacak aktivitas pengguna dan menawarkan umpan balik secara langsung melalui Internet, lapor artcopycode.com dan digitalspy.co.uk. Pada mulanya, Govil dan timnya mengambil beberapa sepatu olah raga dan menghubungkannya dengan sebuah komputer kecil. Di dalam sepatu sudah dipasangkan sensor akselerometer seperti pada ponsel pintar, lalu sensor tekanan, giroskop, speaker, dan Bluetooth untuk menghubungkannya ke komputer dan Internet.

  1. Cara Kerja Talking Shoes

Talking Shoes yang didemonstrasikan pada festival South by South West di Texas AS, merupakan bagian dari proyek “Art, Copy, Code” yang bertujuan menghubungkan perangkat seluler dengan obyek keseharian dan menjadi media periklanan online baru. Sepatu canggih tersebut merupakan sebuah eksperimen tentang bagaimana seseorang menggunakan benda-benda untuk terhubung dengan sebuah website. Cara kerjanya sederhana. Sepatu ini memberitahu apa yang dilakukan oleh pemakai dan merespons gerakan pemakainya, terutama pada saat berolahraga. Misalnya, Anda duduk selama satu jam, maka sepatu ini akan berteriak melalui speaker untuk memotivasi Anda agar segera berlari kembali. Selain itu, sepatu ini bisa memberikan Anda arah jalan yang benar saat menggunakan Google Maps. Sepatu tersebut terhubung dengan ponsel pintar Android melalui koneksi Bluetooth dan menggunakan akselerometer dan giroskop untuk menerjemahkan pergerakan kaki ke “komentar lucu, tepat waktu, dan memotivasi”.

  • Talking Shoes akan mengirimkan komentar singkat ketika tidak digunakan pemakainya seperti “Ini super membosankan” atau “Jika berdiri saja masih terhitung olahraga, Anda akan menjadi juara dunia.” Ketika digunakan, sepatu tersebut akan memberikan komentar seperti “Saya suka kibasan angin” melalui tali sepatu tersebut atau “Telepon 911, karena Anda sedang membara,” ketika pengguna bermain basket. Komentar-komentar itu akan tampil pada media jejaring sosial Google+ atau langsung terdengar dengan speaker yang terpasang pada sepatu. Sepatu itu dirancang agensi periklanan YesYesNo dan Studio 5050 akan ditawarkan ke sejumlah mereka sepatu olahraga seperti Nike. Dengan menghubungkan sepasang sepatu sneaker ke web, terciptalah peluang unik antara obyek fisik dan ruang iklan digital.
  1. Nilai Jual Ponsel Sepatu (Talking Shoes)

Sean Miles melakukan daur ulang ponsel jadul agar membuatnya modis dan terlihat seperti gadget mata-mata. Ponsel yang diselipkan di sol sepatu oleh Sean Miles begitu halus dan tidak mencolok. Hal inilah yang membuat berbagai model sepatu modifikasinya seolah ditanami teknologi khusus, yang menjadikannya bisa digunakan sebagai alat komunikasi ala agen khusus Inggris. Sean Miles mematok harga yang sangat tinggi untuk tiap pasang ponsel sepatu karyanya, yakni seharga 2.500 Poundsterling atau sekitar Rp 38.000.000,00.

Akan tetapi, lain halnya dengan Talking Shoes buatan mesin pencari Internet raksasa (tim Google). Talking Shoes yang diciptakan oleh Govil dan timnya dari Google untuk saat ini tidak untuk dipublikasikan nominal/harga (nilai jual) ke publik dan hanya untuk dipamerkan saja. Dengan kata lain, sementara ini Talking Shoes yang diciptakan oleh Govil dan timnya dari Google tidak untuk dijual di masyarakat karena hal tersebut hanya merupakan eksperimen saja yang dilakukan oleh mereka.

  1. Hipotesis
  2. Ponsel Sepatu membawa warna baru dalam perkembangan teknologi dengan segala keunikannya. Selain itu, pembuatan Ponsel Sepatu dapat memanfaatkan ponsel bekas yang sudah tidak terpakai menjadi barang yang memiliki nilai guna. Kecanggihan Talking Shoes dapat memanjakan manusia dalam memperoleh informasi dan berkomunikasi antar manusia satu dengan yang lain. Dengan disisipkannya ponsel (sebagai alat komunikasi) ke dalam sol sepatu, menjadikan era global menjadi era ponsel yang multifungsi.
  3. Penggunaan Talking Shoes ini tidak terlalu rumit. Terdapat berbagai fitur-fitur menarik yang dapat terhubung dengan internet sehingga selain dapat digunakan untuk berkomunikasi, Talking Shoes dapat pula dijadikan sebagai akses terhadap dunia luar. Terdapat komentar-komentar lucu dan menjadi motivasi agar tidak malas dalam melakukan olah raga, baik berlari maupun berjalan. Selain itu, dengan adanya kecanggihan Talking Shoes dalam membaca Google Maps (peta/penunjuk arah yang ada pada layanan Google), pemakai tidak akan tersesat karena Talking Shoes akan mengarahkan ke mana tujuan yang diinginkan pemakai setelah pemakai mengatur tombol tujuan yang akan dituju oleh pemakai.
  4. Dengan desain yang unik, Ponsel Sepatu banyak diminati masyarakat dunia, khususnya masyarakat yang memiliki perekonomian tingkat atas. Harga sepatu tersebut berkisar antara Rp 38.000.000,00. Keunikan dan kecanggihan dari Ponsel Sepatu yang memiliki nominal harga yang sangat tinggi tersebut, beberapa kalangan masyarakat yang memiliki perekonomian tinggi memanfaatkan Ponsel Sepatu sebagai pelengkap gaya hidup mereka yang mewah. Mereka memakai Sepatu Ponsel sebagai aksesoris untuk bergaya di manapun mereka berada.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s